Loading
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keterangan pers terkait harga bahan bakar minyak (BBM) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Isu mengenai kemungkinan fusi antara Partai Gerindra dan Partai NasDem ramai diperbincangkan. Namun, Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan kabar tersebut tidak benar.
Menurut Dasco, tidak pernah ada pembicaraan apa pun terkait penyatuan atau merger antara kedua partai politik tersebut. Ia bahkan mengaku heran dengan munculnya isu tersebut di ruang publik.
“Kami juga bingung, sebenarnya informasi itu berasal dari mana,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dasco menegaskan bahwa pihak Partai NasDem telah lebih dulu memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Karena itu, ia menilai penjelasan dari NasDem sudah cukup untuk meluruskan informasi yang beredar.
“NasDem sudah menjelaskan karena memang mereka yang disebut. Jadi kami rasa itu sudah cukup,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa juga menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan serius mengenai merger atau fusi dengan partai politik lain di internal partainya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama NasDem saat ini adalah memperkuat konsolidasi internal serta membangun struktur partai, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Hal senada disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. Ia mengungkapkan bahwa Ketua Umum NasDem Surya Paloh sebenarnya lebih mendorong konsep political bloc atau blok politik.
Konsep tersebut berbeda dengan merger atau fusi partai. Political bloc lebih menekankan pada kerja sama strategis antarpartai, tanpa harus melebur menjadi satu entitas baru dikutip Antara.
Dengan demikian, baik Gerindra maupun NasDem sama-sama menegaskan bahwa isu fusi yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas.
Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, kedua partai justru memilih fokus pada penguatan internal dan membangun strategi politik masing-masing.