Loading
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid dalam peluncuran program Indonesia Muda Bicara di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Rabu (21/1/2026). ANTARA/HO-PKS
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Wacana Pemilihan Presiden 2029 mulai menghangat, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih bersikap tenang. Partai berlambang padi dan bulan sabit itu menegaskan belum ada pembahasan internal mengenai dukungan untuk Prabowo Subianto maju kembali pada periode kedua.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menyampaikan, fokus utama partainya saat ini adalah mengawal jalannya pemerintahan hingga 2029. Komitmen tersebut, menurutnya, merupakan amanat resmi dari Majelis Syuro PKS sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis partai.
“Soal Pilpres 2029, di PKS belum ada pembahasan apa pun. Kami akan sepenuhnya mengikuti mekanisme Musyawarah Majelis Syuro,” ujar Kholid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, PKS menghormati langkah partai-partai lain yang sudah lebih dulu menyatakan dukungan terhadap Prabowo untuk kembali maju. Setiap partai, kata Kholid, memiliki mekanisme internal masing-masing dan PKS memilih berjalan sesuai jalurnya sendiri.
“Kami punya proses organisasi yang harus dihormati. Semua keputusan strategis akan dibahas melalui Syuro, bukan berdasarkan dinamika sesaat,” tegasnya.
Fokus Kawal Pemerintahan
Di tengah berbagai deklarasi dukungan dari partai koalisi, PKS justru menekankan pentingnya kinerja pemerintahan saat ini. Kholid menyebut, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo menjadi kabar baik, namun bukan alasan untuk terburu-buru bicara kontestasi politik lima tahun mendatang.
“Ada atau tidak ada survei, komitmen PKS tetap sama: bersama pemerintah menyukseskan program-program yang berpihak pada rakyat,” ujarnya dikutip Antara.
Sikap ini berbeda dengan sejumlah partai koalisi seperti Gerindra, PAN, dan PKB yang secara terbuka telah mendorong Prabowo kembali maju pada 2029. Seruan tersebut bahkan mengemuka dalam perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra di Jakarta pekan lalu.
Sekjen Partai Gerindra Sugiono menyebut dukungan itu lahir dari kesamaan cita-cita di antara partai pendukung pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan Prabowo dianggap penting untuk menuntaskan agenda pembangunan jangka panjang.
Meski demikian, PKS memilih menjaga jarak dari euforia tersebut. Bagi partai ini, pembicaraan soal 2029 masih terlalu dini. Prioritas utama adalah memastikan janji-janji politik Prabowo–Gibran benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan posisi tersebut, PKS ingin menegaskan bahwa politik bukan sekadar soal dukung-mendukung, melainkan tentang konsistensi bekerja hingga akhir masa jabatan.
Urusan pencapresan, kata Kholid, akan tiba pada waktunya.