Loading
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan keterangan kepada wartawan di kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – PDI Perjuangan menegaskan sikap menghormati langkah sejumlah partai politik yang menyatakan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode. Bagi PDIP, setiap partai memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah politiknya.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa pilihan politik merupakan hak internal masing-masing partai. Karena itu, PDIP tidak ingin ikut mencampuri keputusan yang telah diambil oleh kekuatan politik lain.
“Setiap partai punya strategi dan pertimbangannya sendiri. Kami menghormati apa pun sikap yang disampaikan,” ujar Hasto di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, tradisi demokrasi harus dijaga dengan saling menghormati. PDIP, kata Hasto, tidak memiliki kepentingan untuk mengintervensi rumah tangga partai lain, termasuk terkait dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.
Ia meyakini bahwa setiap keputusan politik tentu lahir dari proses panjang, melibatkan kalkulasi matang, serta pertimbangan kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, PDIP memilih menempatkan diri sebagai pihak yang menghargai dinamika tersebut.
Di tengah wacana politik yang mulai menghangat, Hasto menegaskan prioritas PDIP saat ini bukan pada dukungan elektoral jangka panjang. Partai berlambang banteng itu justru sedang memperkuat konsolidasi internal dan menggerakkan kader untuk hadir membantu masyarakat.
Fokus utama PDIP, lanjutnya, adalah kerja nyata bagi rakyat, terutama membantu warga yang terdampak bencana di berbagai daerah. Agenda kesejahteraan, keadilan sosial, serta penguatan kedaulatan pangan dinilai jauh lebih mendesak dibanding perdebatan politik kekuasaan.
“Yang kami perjuangkan adalah bagaimana kesejahteraan rakyat terwujud, keadilan benar-benar hadir, dan Indonesia bergerak maju mencapai cita-cita nasionalnya,” tegas Hasto dikutip Antara.
Sikap ini menunjukkan PDIP ingin tetap berada pada jalur politik yang berorientasi pada kepentingan publik. Di tengah beragam manuver partai menjelang kontestasi mendatang, PDIP memilih mengedepankan etika politik dan kerja kerakyatan sebagai fondasi utamanya.