Loading
Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal di kompleks parlemen, Jakarta. (ANTARA/HO-DPR)
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM - Partai Golkar menegaskan diri sebagai organisasi yang terbuka dan egaliter. Pernyataan itu disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Rizki Faisal, terkait hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025.
Rizki menjelaskan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan pengelolaan partai harus transparan, adil, dan menjadi rumah besar bagi seluruh kader.
“Tidak boleh ada lagi sekat-sekat yang membatasi kader berdasarkan asal proses, latar belakang, atau kedekatan struktural,” kata Rizki di Jakarta, Senin.
Rapimnas tahun ini juga menekankan prinsip kaderisasi yang sehat. Rizki menyebut semua kader yang mengikuti aturan organisasi memiliki peluang setara untuk menduduki posisi kepemimpinan.
“Dalam Rapimnas, Ketum Bahlil menegaskan bahwa Golkar adalah milik bersama. Kepemimpinan harus lahir dari proses, prestasi, serta komitmen terhadap ideologi dan aturan partai,” ujarnya.
Rizki menegaskan, prinsip utama Golkar adalah menjadikan suara rakyat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Partai ini bukan milik elit atau kelompok tertentu.
“Golkar bukan milik elit, bukan milik darah biru, dan bukan milik segelintir orang. Golkar adalah milik rakyat Indonesia,” katanya dikutip Antara.
Selain itu, partai juga menegaskan penghapusan budaya feodalisme yang menempatkan figur tertentu di atas kepentingan organisasi. Rizki menekankan pentingnya pengelolaan modern, rasional, dan berbasis kinerja.
“Tidak boleh ada lagi budaya feodal. Partai harus dikelola secara modern, rasional, dan berbasis kinerja,” ujar Rizki.