Loading
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan paparan dalam pelatihan untuk pelatih/training of trainer kepada perwakilan perempuan dari 38 provinsi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/HO-PDIP
JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM – Peran perempuan dalam politik kembali menjadi sorotan. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta kader perempuan partai di seluruh Indonesia untuk tampil sebagai penggerak utama di tingkat akar rumput. Menurutnya, kepemimpinan perempuan dibutuhkan untuk memperkuat demokrasi sekaligus memperjuangkan keadilan sosial di tengah berbagai tantangan bangsa.
Pesan itu disampaikan Hasto saat membuka pelatihan Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput yang diikuti perwakilan dari 38 provinsi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, PDIP juga meluncurkan aplikasi dan jingle Perempuan Penggerak Akar Rumput.
Hasto mengajak para peserta meneladani perjalanan hidup Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilainya selalu berpegang teguh pada keyakinan ideologis.
"Keyakinan menciptakan keteguhan, keberanian, dan kesabaran yang akan melahirkan kebenaran. Itulah energi penggerak yang menjadi inspirasi, termasuk bagi perempuan," kata Hasto.
Perempuan dan Sejarah Perjuangan
Hasto juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya gerakan perempuan Marhaenis pada 25 Juni 1933 di Bandung. Saat itu, kelompok perempuan menyatakan bergabung dalam gerakan pembebasan rakyat Marhaen dan menyebut diri mereka sebagai Marhaeni.
Menurut Hasto, pemikiran tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pemikiran Bung Karno yang dituangkan dalam buku Sarinah mengenai posisi strategis perempuan dalam perjuangan bangsa.
Ia menjelaskan, perjuangan perempuan berkembang melalui tiga fase. Mulai dari memperkuat kapasitas dalam struktur masyarakat yang patriarkal, berlanjut pada perjuangan kesetaraan hak, hingga fase ketika perempuan dan laki-laki bersama-sama memperjuangkan pembebasan rakyat dari sistem yang dianggap tidak adil.
"PDIP menempatkan gerakan perempuan pada fase ketiga, yaitu perjuangan bersama untuk membangun keadilan sosial," ujarnya.
Politik Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Bagi Hasto, ruang gerak perempuan di tingkat akar rumput tidak hanya terbatas pada aktivitas politik praktis. Mereka juga memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan, memastikan keluarga memperoleh makanan bergizi, hingga mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, inilah makna politik sebagaimana yang kerap disampaikan Megawati, yakni politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Hasto juga menilai masih terdapat jarak antara cita-cita para pendiri bangsa dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, ia berharap kader perempuan mampu menjadi pelopor yang menggerakkan masyarakat, memengaruhi cara berpikir rakyat, sekaligus memimpin perubahan dari tingkat paling bawah.
Diminta Berani Bersuara dan Membela Keadilan
Melalui pelatihan tersebut, Hasto berharap kader PDIP memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta mengawal supremasi hukum dan kepentingan rakyat.
Ia menilai pelatihan ini memiliki landasan historis dan ideologis yang kuat sehingga para peserta diharapkan tidak ragu mengambil peran dalam kehidupan politik maupun sosial.
"Ibu Mega selalu menegaskan bahwa perempuan adalah jalan peradaban. Karena itu, kepemimpinan perempuan sangat penting agar demokrasi semakin kuat berakar," ujar Hasto dikutip Antara.
Perempuan sebagai Subjek Pembangunan
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga, menegaskan bahwa penguatan perempuan di tingkat akar rumput merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, demokratis, dan berkeadaban.
Ia mengutip pesan Bung Karno, "Tiada revolusi tanpa perempuan", sebagai penegasan bahwa perempuan selalu memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa.
Menurut Bintang, Megawati juga berulang kali menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan subjek yang ikut menentukan arah pembangunan nasional.
Karena itu, pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput diharapkan mampu melahirkan kader-kader perempuan yang aktif mengambil peran dalam pembangunan masyarakat sesuai nilai-nilai Pancasila.