Loading
Zohran Mamdani. (zohranfornyc.com)
NAMA Zohran Mamdani kini menjadi bahan pembicaraan hangat di kancah politik Amerika Serikat. Politikus muda dari Partai Demokrat ini berhasil mencuri perhatian publik setelah unggul dalam pemilihan pendahuluan Wali Kota New York yang digelar pada Rabu (25/6/2025).
Kemenangan ini menempatkannya di garis depan menuju kursi orang nomor satu di Kota New York—sebuah posisi yang berpotensi mencatat sejarah baru: Wali Kota Muslim pertama dalam sejarah kota tersebut.
Kejutan dari Queens
Dalam hasil sementara, Mamdani meraih sekitar 43,5% suara, unggul cukup jauh dari mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, yang memperoleh 36,4%.
Kekuatan Mamdani terlihat solid di wilayah Queens, Brooklyn, dan sebagian besar Manhattan, sementara Cuomo hanya unggul di Bronx dan Staten Island.
Kemenangan ini tak hanya mengejutkan para analis politik, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya politik progresif yang dekat dengan akar rumput masyarakat New York.
Dari Kampala ke New York
Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991, dan besar di New York.
Ia merupakan anak dari dua sosok berpengaruh: Mahmood Mamdani, akademisi terkemuka di bidang ilmu sosial, dan Mira Nair, sutradara asal India yang dikenal lewat karya film internasional seperti Monsoon Wedding.
Latar keluarganya yang multikultural membentuk pandangan politiknya yang inklusif dan humanis.
Pendidikan Mamdani dimulai di Bronx High School of Science dan berlanjut ke Bowdoin College, Maine, tempat ia meraih gelar Sarjana Studi Afrika.
Di kampus ini, ia ikut mendirikan kelompok Students for Justice in Palestine, menandai keterlibatannya dalam perjuangan sosial sejak muda.
Aktivis Sosial yang Turun ke Jalan
Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani bekerja sebagai konselor pencegahan penggusuran, membantu warga berpenghasilan rendah agar tidak kehilangan tempat tinggal.
Tahun 2021, ia menarik perhatian publik ketika melakukan aksi mogok makan selama 15 hari untuk mendukung penghapusan utang sopir taksi New York dan menolak pembangunan pembangkit listrik yang mencemari udara di kawasan Astoria, Queens.
Suara Keras untuk Palestina
Sebagai Muslim Syiah Dua Belas Imam, Mamdani dikenal vokal dalam isu keadilan global, terutama terhadap Palestina dilansir Antara.
Ia menentang keras agresi Israel di Gaza, bahkan menyebut tindakan pemerintahan Benjamin Netanyahu sebagai bentuk genosida.
Mamdani mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap produk-produk terkait Israel, dan menegaskan bahwa jika kelak menjabat Wali Kota, ia tidak akan segan mengambil langkah hukum bila Netanyahu berkunjung ke New York.
Dari Aktivis ke Politikus Progresif
Perjalanan politik Mamdani dimulai tahun 2020, saat ia menumbangkan petahana empat periode untuk menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York dari Distrik 36 (mencakup Astoria dan Long Island City).
Kemenangan ini menandai kebangkitan generasi muda progresif dalam Partai Demokrat, sekaligus memperkuat posisi organisasi Democratic Socialists of America (DSA).
Ia kembali terpilih tanpa lawan pada 2022 dan 2024, menegaskan dukungan kuat dari konstituennya.
Pada awal 2025, Mamdani resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Wali Kota New York—dan kini, setelah mengalahkan Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan, ia menjadi simbol perubahan politik generasi baru di Amerika Serikat.