Minggu, 19 Mei 2024

Megawati Sebut Dalam Seni, Ada Politik saat Tinjau Pameran ‘Melik Nggendong Lali’


  • Senin, 13 Mei 2024 | 18:00
  • | News
 Megawati Sebut Dalam Seni, Ada Politik saat Tinjau Pameran ‘Melik Nggendong Lali’ Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri meninjau Pameran Seni Rupa karya Butet Kartaredjasa bertajuk Melik Nggendong Lali di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (13/5/2024). (Antaranews)

JAKARTA, POLITIK.ARAHKITA.COM - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri meninjau Pameran Seni Rupa karya Butet Kartaredjasa bertajuk ‘Melik Nggendong Lali’ di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (13/5/2024).

Setelah mengitari area pameran, Megawati tak menampik bahwa didalam seni terdapat politik. Menurutnya, politik seni merupakan karya dengan interpretatif.

"Ungkapan-ungkapan itu digambarkan sesuai keinginannya, tetapi belum tentu keinginan saya begini. Mungkin, saya inginnya bunga," kata Megawati di Gedung Galeri Nasional, Jakarta, Senin (13/5/2024) dikutip Antara.

Meski begitu, dia tak ingin kedatangannya dikaitkan dengan isu politik. Ia datang ke pameran Butet hanya untuk menikmati seni.

"Karena buat saya seni itu juga kehidupan kan. Jadi juga artinya, kalau tadi (wartawan) menanyakan interpretasi (atas karya Butet), itu terserah (interpretasi) masing-masing," jelasnya.

Bagi Megawati, menikmati seni adalah hal yang lumrah dilakukan oleh dirinya maupun keluarganya. Pasalnya, sang ayah, Proklamator RI Bung Karno dan ibunya Fatmawati adalah sosok-sosok seniman juga.

Untuk itu, dia ingin mendorong pengembangan sekolah seni agar anak-anak muda Indonesia dapat menghasilkan banyak karya seni yang bernafaskan ke-Indonesiaan.

Menurutnya, karya seni yang ada saat ini hanya bersifat populer, cenderung mengikuti tren pasar dunia, dan menyenangkan. Namun, belum tentu menggambarkan Indonesia.

"Karena, menurut saya sekarang ini, anak-anak muda, maaf, tidak berpikir mengenai seni, budaya Indonesia, nusantara. Mereka, menurut saya, saya juga suka K-Pop, cucu-cucu saya semua senang. Tapi kan tidak mau menghargai seperti ini," tambah dia.

Padahal budaya Indonesia itu luar biasa dan harus diambil dari Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu, ia mendorong agar sekolah seni makin diperkuat.

Ia mengaku dahulu ada berbagai tempat sekolah seni seperti Taman Ismail Marzuki. Namun, sekarang menjadi pusat perdagangan.

“Yang sayang itu kan TIM, saya perhatikan apa ya, tidak jelas," ujar Megawati.

Di sisi lain, Megawati mengaku sangat ingin memborong semua karya seni yang dipamerkan oleh Butet. Kendati demikian, dia memikirkan kemampuannya untuk menebus karya tersebut.

“Ini kan lembut banget tidak teriak-teriak. Jadi itu, kalo ditanya favorit saya yang mana, itu banyak banget,” tuturnya.

Sementara itu, Butet berterima kasih kepada Megawati yang sudah meluangkan waktu untuk mendatangi pamerannya. Adapun karya-karya itu sudah disiapkan selama 4 tahun.

“Saya terima kasih sekali (kepada Bu Mega yang sudah datang),” ucap Butet.

Ia mengaku beruntung, pamerannya bisa dihadiri seorang presiden seperti Megawati. Sebab, tidak semua seniman bernasib baik seperti dirinya dapat dikunjungi presiden.

“Ini merupakan sebuah kemewahan dan kehormatan, saya merasa ini apresiasi atas yang saya kerjakan dan tidak sia-sia yang saya kerjakan,” pungkasnya.

 

 

 

Editor : Farida Denura

News Terbaru