Sabtu, 15 Juni 2024

Naturalisasi Pemain Sepak Bola Itu Bagus, Tetapi Ada Catatan yang Harus Diperhatikan


  • Penulis Thomas Koten
  • Senin, 27 Mei 2024 | 16:45
  • | Catatan
 Naturalisasi Pemain Sepak Bola Itu Bagus, Tetapi  Ada Catatan yang Harus Diperhatikan Naturalisasi pemain sepak bola. (Net)

Oleh: Thomas Koten

PSSI di bawah kepemiminan Erick Tohir saat ini begitu gencar menjalankan proyek naturalisasi pemain sepak bola berdarah Indonesia yang kini sedang bermain di sejumlah negara di dunia, terutama di Eropa.

Sejauh ini dapat dikatakan proyek tersebut terhitung lancar dan berhasil. Efek positifnya sangat terasa dan terlihat saat ini. Masuknya beberapa pemain naturalisasi dan ikut memperkuat timnas Garuda Muda U-23 hingga masuk babak semifinal tingkat Asia adalah indikasi yang sangat jelas untuk penilaian tersebut.

Apabila dirunut ke belakang, proyek naturalisasi ini sudah mulai dirintis PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid di tahun 2006.  Tujuan naturalisasi PSSI ketika itu dalam kerja samanya dengan Medeo Group untuk menjalankan kompetisi kelompok umur di bawah 15 tahun. –U-15 – yakni untuk mempercepat transfer teknik, mental dan kultur sepak bola dari negara-negara yang sudah maju persepakbolaanya. Sayangnya proyek naturalisasi ketika itu tidak berjalan baik.

Proyek naturalisasi adalah suatu proyek yang sangat positif untuk memajukan sepak bola di negeri ini yang masyarakatnya gila bola. Dalam hal mana, naturalisasi adalah suatu proses pengalamiahan, pengulturan atau pembudayaan baru dalam persepakbolaan tanah air lewat teknik dan kemampuan individu yang diterapkan oleh pemain-pemain asing berdarah Indonesia di luar negeri.

Pertanyaan, apakah untuk membangun sepak bola di Indonesia harus dengan cara itu. Secara pribadi penulis mendukung proyek tersebut. Meski kelihatannya instan untuk menaikan rating FIFA dan segera ikut pesta sepak bola di Piala Dunia, tetapi proyek ini untuk segera membangun daya saing dengan persepakbolaan negara lain di dunia.

Tetapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana membangun kultur sepak bola khas Indonesia. Adalah bagaimana mendidik anak-anak negeri  untuk mengembangkan teknik, mental dan kultur sepak bola Indonesia yang hakiki. Supaya pengembangan sepak bola di Indonesia lebih mengakar dan lebih kuat.

Mengingat proses naturalisasi  atau naturalisme yang paling pas dalam  kehidupan dan perkembangan sosial dalam suatu masyarakat itu sendiri agar dapat terbentuknya kultur yang hakiki-alamiah sesuai dengan karakter budaya adiluhung tanpa terlalu dicamur pihak asing.

Dengan itu akan menjadi celaka apabila menciptakan suatu kultur sosial masyarakat seperti sepak bola di tanah air lewat pemain asing, meskipun mereka memiliki  darah Indonesia. dikhawatirkan akan terjadi semacam pengimporan budaya baru sepak bola yang dapat menghilangkan karakter dan identitas sepak bola ala Indonesia sendiri.

Minimal, budaya impor sepak bola dari negara lain yang dibawa anak-anak muda keturunan Indonesia itu bisa dikawinkan dan dipadukan dengan kultur budaya sepak bola ala Indonesia. Hanya pertanyaannya, apakah kultur sepak bola Indonesia sudah terbentuk saat ini.

Seperti tulisan saya di harian bola Topskor 12 November 2006 saya memberi catatan tentang bagaimana menjalankan proyek naturalisasi tersebut tanpa mematikan karakter dan identitas sepak bola Indonesia. sekaligus bisa menghindari banyaknya pembudayaan asing yang sudah terjadi di negeri ini di brrbagai bidang seperti di bidang seni dan mengakibatkan hilangnya identitas budaya sendiri. Belum lagi berbagai barang impor yang sudah menguasai pasar di Indonesia.

Intinya, proyek naturalisasi sangat bagus dan perlu didukung. Kalau tidak begini, kapan sepak bola Indonesia bisa maju. Hanya yang harus diperhatikan adalah naturalisasi dengan tingkat selektivitas tinggi dan jangan abai dalam mengembangkan potensi sepak bola anak-anak kecil yang menjadi bibit sepak bola Indonesia yang kini bertebaran dari di seluruh pelosok negeri.

Penulis adalah Analis Sosial-Politik.

Editor : Farida Denura
Penulis : Thomas Koten

Catatan Terbaru