Minggu, 19 Mei 2024

Mempertimbangkan Heru Budi Hartono untuk Pembangunan Jakarta


  • Penulis Thomas Koten
  • Senin, 13 Mei 2024 | 17:30
  • | Catatan
 Mempertimbangkan Heru Budi  Hartono untuk Pembangunan Jakarta Penjabat Gubernur DKI Jakarta DRS Heru Budi Hartono MM. (suara.com)

Oleh: Thomas Koten

SALAH satu pusat perhatian politik rakyat dan elite negeri pada perhelatan pemilukada atau piilkada serentak 2024 adalah Pilkada Jakarta. Ini mengingat Jakarta merupakan berometer pembangunan nasional. Wajah pembangunan Indonesia di bidang ekonomi, sosial dan politik hari ini dapat tepotret dari wajah pembangunan sosial, ekonomi  dan politik nasional hari ini.

Menarik diulas, sekaligus menjadi salah satu masalah yang harus menjadi usat perhatian adalah bahwa Jakarta ke depan terhitung sejak akhir tahun 2024 ini, tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia-NKRI. Ibu Kota NKRI  akhir tahun ini resmi pindah ke IKN di Kalimantan Timur.

Peran Jakarta mulai akhir tahun ini ke depan menjadi berbeda dari yang sebelumnya menjadi pusat segala-galanya, ekonomi, sosial dan politik. Jakarta ke depan berubah menjadi pusat pembangunan ekonomi dan menjadi kota global. Jadi, orientasi pembangunan Jakarta ke depan tidak lagi seperti selama ini.

Jakarta Mencari Pemimpin

Pertanyaan mendasar saat ini di seputar pilkada adalah bagaimana Jakarta harus memilih pemimpin yang tepat. Pemimpin yang tepat adalah pemimin yang benar-benar mengetahui dan memahami seluk beluk Jakarta. Adalah pemimpin yang benar-benar bisa membangun Jakarta dengan memiliki pengalaman kerja yang cukup mulai dari bawah.

Seperti ungkapan, kalau ingin berhasilnya sebuah pekerjaan, maka serahkanlah kepada yang ahlinya. Lalu, siapa pemimpin Jakarta yang keahliannya sungguh mumpuni. Hingga hari ini sudah ada beberapa nama yang muncul dan menjadi kandidat yang kuat, punya pengalaman membangun Jakarta dan lainnya, serta memiliki elektabilitas tinggi karena punya jaringan politik yang luas.

Di antara nama-nama yang mencuat belakangan ini ada beberapa nama yang sudah masuk dalam radar survei, seperti lembaga Arus Survei Indnesia –ASI-, seperti yang diberitakan detiknews. Adapun persentasi  elektabilitas keterpilihan sesuai hasil survei ASI yang dilakukan tanggal 23-29 April 2024 adalah Ridwan Kamil 30,5 %, Anies Baswedan 29,0 %, Heru Budi. 7,0 %, Ahmad Sahroni 6,8 %,  Tri Rismarini 4,0 %, Ahmad Riza Patria 2,8 %, Kaesang Pangarep 2,0 %, Erwin Aksa 1,8%,  Abdullah Azwar Anas 1,5 %, dan  Mardani Ali Sera 1,3 %.

Selain itu, masih ada sejumlah nama lain yang masuk dalam catatan hasil survei ASI, tapi presentasinya ada di bawah  1 %. Sebut saja Bima Arya, Ahmad Zaki Iskandar, Airin Rachman Diany, Bahlil Lahadalia, Hendror Prihadi dan lain-lain.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada nama-nama yang begitu banyak tersebut, penulis ambil saja tiga nama yang menjadi kandidat kuat calon pemimin Jakarta untuk lima tahun ke depan. Mari kita uraikan ketiga nama tersebut.

Pertama, Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat ini memang punya popularitas tinggi di tengah warga Jakarta. Ini bisa dimengerti mengingat banyak warga Jakarta atau warga yang memiliki KTP Jakarta  yang berasal dari Jawa Barat. Tetapi harus dicatat bahwa untuk pembangunan Jakarta Ridwan Kamil belum berpengalaman. Dia memang sangat memahami seluk beluk Jawa Barat, tetapi untuk Jakarta masih belum. Medan kerja yang dipahami dan diketahui secara jelas adalah Jawa Barat. Karena memang habitatnya di Jawa Barat, bukan Jakarta. Jadi untuk pembangunan di Jawa Barat jelas Ridwan Kamil pasti sukses.

Kedua, Anies Baswedan. Anies memang punya pengalaman membangun Jakarta karena sudah jadi gubernur Jakarta selama 5 tahun. Namun, hasil pembangunan Jakarta selama 5 tahun tidak mengalami kemajuan yang signifikan alias tidak cemerlang. Masalah utama seperti banjir dan kemacetan tidak mengalami perubahan yang berarti. Hasil pembangunan yang monumental paling Jakarta International Stadium –JIS-.

Masalah berikut dari Anies adalah apakah seorang yang telah kalah dalam piplres bersedia turun kelas. Anies tidak punya partai politik sehingga mencalonkan diri menjadi penguasa, dia harus  loncat sana loncat ini alias kutu loncat. Juga jangan-jangan menjadi gubernur Jakarta hanya sebagai batu loncat untuk mengikuti piplres dalam usaha untuk meraih kursi presiden. Ini tidak boleh terjadi. Sekali tidak boleh terjadi. Lagi pula selama pilpres Anies getol kampanye masalah etika, hingga dibawanya ke sidang Mahkamah Konstitusi.

Mempertimbangkan Heru Hudi

Dari berbagai latar di atas, dengan mempertimbangkan elektabilitasnya juga cukup menjanjikan, maka Heru Budi merupakan figur yang tepat untuk dipertimbangkan oleh warga Jakarta untuk memilihnya. Sebagaimana tulisan saya di Arah Kita.com tanggal 10 Mei 2024 kemarin, bahwa Heru  Budi yang sedang memimpin Jakarta ini merupakan figur yang tep at karena komplit dalam kaitan dengan pembangunan Jakarta. Dia memiliki pengalaman yang komplit dalam hal pembangunan Jakarta karena sebelum jadi gubernur sekarang ini, dia pernah menjadi Wali Kota Jakarta Utara.

Meskipun hanya satu tahun memimpin Jakarta, Heru Budi telah mengukir banyak prestasi dalam kaitan dengan keberhasilannya membangun Jakarta. Banyak kemajuan yang diraih Jakarta baik di bidang ekonomi kesejahteraan masyarakat, pembangunan lingkungan hidup, dan pengelolaan pemerintahan. Semuanya beres.

Bukti untuk peraihan kesuksesan itu adalah diberikan kepadanya banyak penghargaan dari sejumlah kementerian, seperti kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk Dinas Pnanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI dan masih banyak lagi. Pnulis tidak perlu memaparkannya semuanya di sini. Hal itu bisa dilihat di detiknews 30 November 2023.

Keberhasilan Heru Budi dalam membangun Jakarta dalam waktu yang relatif singkat adalah bukti nyata keberhasilannya dalam membangun Jakarta. Banyak hal kesuksesan akan dapat diraih oleh Jakarta apabila kepercayaan sekaligus mandat kepemimpinan itu diberikan kepadanya.

Semua keberhasilan Heru Hudi tersebut karena pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap Jakarta serta kesanggupannya untuk memimpin Jakarta. Sebuah pertimbangan yang jenial dan masuk akal jika warga Jakarta memilih Heru Budi untuk membangun Jakarta ke depannya.

Penulis adalah Analis Sosial-Politik.

Editor : Farida Denura
Penulis : Thomas Koten

Catatan Terbaru