Minggu, 19 Mei 2024

Menonton Pertandingan Politik dan Sepak Bola


  • Penulis Thomas Koten
  • Senin, 06 Mei 2024 | 10:30
  • | Catatan
 Menonton Pertandingan Politik dan Sepak Bola Para penonton dan pengamat ikut-ikutan berjuang di pinggir lapangan atau di televisi atau medsos memberi suport. (Mettanews.id)

Oleh: Thomas Koten

BAGAIMANA menganalogikan dan/atau mempertautkan antara sepak bola dengan politik. Dalam sepak bola, terdapat dua klub, para pemain bertarung habis-habisan di lapanggan hijau dengan taktik dan strategi yang sesuai dengan petunjuk pelatih. Para penonton dan pengamat ikut-ikutan berjuang di pinggir lapangan atau di televisi atau medsos memberi suport dengan penuh emOsional, kadang ikut gemas, kecewa, sedih marah, senang, bahagia dan lain-lain. Klub yang kalah, merasa kecewa, sedih. Demikian pun dengan para pendukungnya. Sedang klub yang menang bergembira ria, berpesta pora dan kebanjiran hadiah. Penonton tidak mendapatkan apa-apa tapi senang.

Dalam politik, para pemain yaitu para kontestan dan parpol pendukungnya, juga sebagian simpatisan dan tim suksesnya bertarung di arena politik di tengah masyarakat. Sedang para penonton termasuk para pengamat mengikuti, mencermati, dan mengkritisi. Parpol dan kontestan yang kalah, bersedih, kecewa, marah dan lain-lain. Sedang kontestan dan parpol yang menang, bergembira dan bersukacita dan menikmati kue kekuasaan.  Penonton-rakyat tidak mendapatkan apa-apa paling janji-janji manis

Pemilu sudah Usai, Kini Pemilukada

Pertandingan pemilu sudah usai, dan kini menuju pertandingan pemilukada. Rakyat sebagai penonton dan pengamat politik sedang mengarahkan perhatian ke pemilukada yang berlangsung di seluruh Indonesia. Parpol dan para kontestan sedang fokus ke arena pemilukada di seluruh daerah di Indonesia. Kecerdikan dan kejelian membaca situasi serta antisipasi manajemen parpol sedang diarahkan ke pemilukada.

Di tengah usaha parpol dalam mengatur taktik dan strategi politik menyongsong pemilukada tersebut, tentu tercuat tawaran-tawaran tentang sosok pemimpin daerah yang diharapkan rakyat daerah menerimanya. Para kontestan yang ditawarkan itu ibarat melempar bola-bola politik. Bola-bola politik yang dilempar tersebut, bisa memberikan efek ganda (multiplier effect), merembes ke berbagai penjuru daerah pemilihan. Lemparan bola-bola politik itu bisa menjadi human positive, tetapi bisa menjadi kontraproduktif.

Yang diharapkan, permainan politik yang diperagakan parpol dan para kontestan itu, tidak membuat rakyat tak berdaya menyaksikan dengan perasaan lelah, bosan dan jenuh, tetapi sebaliknya membuat rakyat bersemangat. Energi politik massa tidak tergerus kepada persoalan-persoalan kekuasaan semata, yang kehilangan substansi politik yang beretika dengan gelagat kepura-puraan  untuk  menyejahterakan rakyat.

Kalau salah taktik dan strategi serta kurang cerdas dan cermat bermain politik, rakyat bisa berubah menjadi apatis, dan teralienasi dalam politik, yang kemudian berkembang menjadi sosok-sosok pemarah, menjadi emsional, cenderung berperilaku anarkis dan sederetan perilaku yang khaostik dan irreponsible kalau dipicu oleh aksi-aksi provokasi.

Harus diakui bahwa rakyat selama ini telah menjadi penonton politik yang kadang sangat bergairah dan kadang sangat lesu. Karena rakyat hanya digiring kepada dimensi-dimensi pragmatis dan yang diperjuangkan dalam bingkai kekuasaan belaka, bukan usaha serius menyejahterakan rakyat. Politisi-politisi ideal yang benar-benar berjuang untuk kesejahteraan rakyat semakin tidak kelihatan,  di tengah kabut kehidupan bangsa yang belum baik-baik juga. Tentu tidak semua politisi itu super pragmatis. Hanya sayangnya, politisi-politisi ideal selalu berposisi marginal.

Kita harapkan dalam pemilukada tahun ini tidak lagi dipertontonkan permainan politik seperti itu, yang hanya mengejar kekuasaan semata dan abai terhadap tujuan utama yaitu menciptakan kesejateraan rakyat di daerah-daerah. Dan setelah pemilukada para pemenang berpesta pora menikmati kue legit kekuasaan dan rakyat kembali ditinggalkan dalam kubangan kesulitan sehari-hari.

Bangkitkan Gairan Politik Rakyat

Persoalan kini adalah bagaimana membangkitkan gairah politik rakyat, dimana rakyat tidak hanya menjadi penonton politik yang pasif, tetapi didorong ke tingkat partisipasi yang lebih konstruktif. Supaya rakyat mengikuti pesta demokrasi secara bergairah dan cerdas memilih pasangan politik yang cocok untuk kepentingan rakyat seluruhnya.

Intinya, kembalikan gairah politik rakyat. Kikiskan sikap apatisme dan alienasi politik rakyat. Selanjutnya, para pasangan pemimpin daerah yang terpilih, tidak lagi mengkhianati janji-janji politik yang sudah digelontorkan saat kampanye politik.

Ingat suara rakyat adalah suara Tuhan, tetapi tatkala suara Tuhan dikhianati, musibah politik cepat atau lambat akan datang menerjang.

 

Penulis adalah Analis Sosial-Politik.

Editor : Farida Denura
Penulis : Thomas Koten

Catatan Terbaru